This blog is dedicated to my life that while

Desember 7, 2010

Filosofi Kematian

Filed under: Uncategorized — wahyu @ 3:33 pm

Berbekallah untuk hari yang sudah pasti

Sungguh kematian adalah muara manusia

Relakan dirimu menyertai segolongan orang

Mereka membawa bekal sedang tanganmu hampa

[DR. Abdullah Nashih Ulwan]

kematian

Kematian merupakan sebuah firtah bagi alam. Bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti aka menemukan ajalnya. Dan orang-orang yang beriman akan sangat meyakini akan satu hal yaitu bahwa setelah kematian pasti akan datang kehidupan kembali di akhirat kelak. Itulah kehiduan yang abadi. Sebuah gelimang harta karun yang memang harus kita buru hingga nanti kita bisa memasuki suatu pintu yang kita sebut surga di akhirat itu. Ingatan kita kepada kehidupan abadi setelah kematian merupakan sebuah motivasi tersendiri yang jika kita mempercayainya dengan keimanan yang kuat dan kokoh akan memberikan sebuah spirit motivasi yang sangat kuat dalam menjalani kehidupan ini.

Berbicara mengenai motivasi, maka bagi kita seseorang yang mengaku beragama, laiknya kita banyak merenungkan hal-hal yang bersifat ghaib. Banyak mengingat hal-hal ini akan memberikan kita dorongan kuat untuk terus berbuat dan berbuat yang terbaik yang bisa kita lakukan. Hal-hal ghaib yang seperti itu misalnya: kehidupan setelah kematian, surga dan neraka, kematian, dan sebangsanya. Nah, yang akan saya sorot secara lebih dalam disini adalah berkaitan dengan kematian. Ada misteri apa dibalik kematian ini? Mari kita lanjutkan!

Ada seorang sahabat yang ketika ditanyakan mengenai berapa kali ia mengingat akan kematian. Maka sahabat yang mulia itu menjawab bahwa saya mengingat kematian sebanyak 70 kali satiap harinya. Kemudian simak hadits berikut ini: “Siapakah diantara orang-orang mukmin yang paling utama?”. Nabi menjawab, “Yang paling mulia akhlaknya”. Orang itu bertanya lagi, “Siapakah yang paling jenius?”. Nabi menjawab, “Yang paling banyak mengingat mati, dan yang paling banyak persiapannya untuk menghadapi masa sesudah kematian”.

Itulah orang-orang yang jenius versi Rasulullah. Dialah orang-orang yang selalu mengingat kematian berikut semua makna yang terkandung di dalamnya. Dialah orang yang apabila otaknya menemukan frekuensi akan kematian, badannya bergetar dan ia takut akan segala maksiat yang mungkin ia lakukan saat itu. Dunia ini akan menjadi kecil tak ada artinya bagaikan sebuah atom baginya. Ia akan mendahulukan sesuatu yang beraroma akhirat. Ia akan menjadikan dunia ini sebagai ladang baginya untuk menyemai kebaikan yang nantinya akan dibalas di akhirat kelak.  Ia selalu merindukan kehidupan setelah kematian. Ia rindu akan surga.

Maka perbanyaklah mengingat kematian. Mungkin bisa dengan memperbanyak ziarah kubur. Ikatlah terus pikiran kita agar selalu ingat akan kematian ini. Bahwa kita, kapanpun dan dimanapun kita berada, jika Allah menghendaki, maka hanya dalam sekejap saja kita telah musnah dilamun kematian. Maka dengan mengingat kematian inipula yang akan membuat kita merasakan kerugian yang amat jika telah menyia-nyiakan waktu.

Yah Alangkah sesaknya dunia ini dengan manusia-manusia type ini. Manusia-manusia yang sejak bangun tidur hingga berangkat tidur kembali hanya disibukkan oleh dunia. Dia putar benaknya, dia kuras tenaga dan fikiran hanya untuk dunia. Bahkan ketika tidur, yang diimpikan juga dunia. Celakanya, ketika dia mengambil waktu sisanya untuk sholat menghadap Rabbnya, pencipta, pemilik dan pengaturnya, yang masih berputar dibenaknya juga dunia, dan ketika dia mengangkat tangannya berdo’a, yang dia mohon juga dunia.

Dunia bagi mereka telah berubah menjadi tujuan bukan lagi sarana, sehingga mereka terus berlomba untuk mengejarnya. Dunia benar-benar telah singgah di hati mereka sehingga dengan bebas mengatur dan mengendalikan seluruh aktifitas kehidupannya. Untuk manusia type-type inilah Allah katakan: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (QS. 102:1)”

Mereka lalai kalau dunia ini sangat pendek waktunya, sehingga tak pantas untuk dijadikan tujuan, dunia bukanlah negeri idaman, tapi ujian dan cobaan. Yang sangat memprihatinkan adalah betapa istiqomahnya mereka dalam kelalaiannya sampai ketika mata mereka terbelalak ketakutan melihat malaikat maut datang menjemput.

Kematian, semua orang tahu tapi terlalu sedikit yang mau menyadari, banyak manusia yang berusaha lari dari kematian, membebaskan fikirannya dari bayang-bayang maut. Namun sia-sialah usaha mereka. Ibarat bejana, semua orang akan meminumnya, ibarat binatang buas tak pernah bosan mengejar mangsanya, dia berjalan dan tak pernah memperlambat langkahnya, dia pasti datang tak pernah ingkat akan janjinya.” Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. (QS. 50:19)”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati… (QS. 3:185)

Sakaratul maut

Mengingatnya saja sudah menggetarkan hati sanubari. Bagaimana jika kelak kita benar-benar menghadapi dan itu pasti terjadi? Diriwayatkan dalam sebuah hadits shohih bahwasanya ketika datang ajal Rasulullah saw, beliau menyeka keringat dari mukanya sambil berkata:”Subhanallahu kematian benar-benar memiliki sekarat-sekarat”.

Lihatlah betapa Rasul yang mulia, yang menginginkan kematian untuk menemui kekasihnya masih merasakan sakaratul maut. Bagaimana halnya mereka yang lari daripadanya dan memusuhi Rabb-Nya? Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang sakaratul maut Allah berfirman: Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan dan dikatakan kepadanya):”Siapakah yang dapat menyembuhkanmu”dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. (QS. 75:26-30)

Itulah pemandangan maut yang merupakan akhir semua kehidupan. Tak seorangpun sanggup mencegah. Kematian memisahkan seseorang dengan kekasih, tak peduli dengan jeritan manusia di sekelilingnya, tak menghiraukan kesedihan orang yang ditinggalkan, juga tidak terhadap orang yang butuh kasih sayang. Ia tetap berjalan untuk menumbangkan semua keangkuhan dan kesombongan, terus berlalu tanpa berhenti dan menoleh. “Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,” (QS. 75:26). Itulah pemandangan sakaratul maut. Semua mata membelalak, seluruh manusia yang hadir menoleh ke kanan dan ke kiri mencari jalan penyembuhan.” dan dikatakan kkepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkanmu” (QS. 75:27)

Sementara itu yang menghadapi kematian sedang kejang menggelinjang menahan pedihnya sakaratul maut:”Dan lututpun bertaut dengan lutut.” Gagallah semua usaha, sia-sialah semua sarana dan nyatalah satu-satunya jalan yang harus ditempuh oleh setiap yang hidup:” kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.” (QS. 75:30) sampai di sini berakhirlah kehidupan manusia.

Banyak manusia menganggap kehidupan hanya sampai di situ. Dari lahir sampai ke liang kubur, sedang diantara keduanya manusia bebas bercanda, berhias dan bermegah-megahan, menumpuk harta memburu popularitas dan prestasi duniawi. Mereka tidak percaya tentang apa yang terjadi setelah kematian, orang-orang inilah yang digambarkan oleh Allah SWT: “Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi), itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.” (QS. 50:3)

Problemnya jelas yaitu faham mereka yang menafikan adanya hidup setelah mati. Sebenarnya pandangan ini jelas lahir dari sebuah pemikiran yang dangkal bahkan sangat dangkal. Dengan logika yang tepat Allah menjawab pengingkaran mereka: Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban) Bukankah dia dahulu dari setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang laki-laki dan perempuan Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (QS. 75:36-40)

Jawabannya adalah: Ya! Dia Maha suci, Dia Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali.Ya! Dia Maha Mampu untuk menyusun kembali tulang belulang itu. Dan manusia, mau tak mau harus tunduk di bawah hakekat besar ini. Setelah manusia mati, semuanya akan mengalami alam kubur, Allah menggambarkan apa yang bakal terjadi di sana: “Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh mereka), dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat).” (QS. 50:4)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: